Cahaya Masih Ada
Cerita ini merupakan
pengalaman yang pernah aku rasakan. Berawal saat usia ku akan memasuki 20
tahun, tepatnya sebulan sebelum genap 20 tahun. Pada waktu itu, seseorang yang
sangat aku banggakan dan selalu mendukung serta menyemangati ku untuk menjalani
hidup ini jatuh sakit dan harus dirawat intensif di sebuah rumah sakit, dia
adalah ayahku tercinta. Sebulan lamanya ia tertidur, terbaring lemah hingga ajal
pun menjemputnya.
Betapa pedih dan hancurnya
hidup ku saat itu. Ketika hari ulang tahun ku tiba, aku berharap ia akan bangun
dan memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada ku. Akan tetapi, takdir
mengatakan sebaliknya dan beberapa hari setelah usia ku genap 20 tahun bahkan
aku tidak bisa melihatnya lagi untuk selama-lamanya.
Setelah kejadian itu,
hari-hari kulalui seperti orang yang tak memiliki semangat untuk hidup lagi. Aku
bingung, galau, resah dan gelisah dan tak tau harus berbuat apa untuk hidup ku
nanti. Aku merasa kalau cahaya dalam hidup ku telah hilang dan sirna, yang ada
hanyalah kegelapan yang selalu menghantuiku sampai terpintas dibenaku untuk pergi
menyusulnya.
Berhari-hari,
berminggu-minggu hingga berbulan-bulan aku hidup seperti orang bodoh, berjalan
tak tentu arah dan tak memiliki tujuan. Namun, entah anugerah apa yang muncul
dipikiran ku, tiba-tiba aku berpikir sampai kapan aku hidup seperti ini, masih
banyak tanggung jawab yang harus aku selesaikan. Aku melihat ibu dan adik-adik
ku yang masih kecil, kalau aku sepeti ini terus lalu siapa yang akan mengurus
mereka nanti. Dan akhirnya aku memutuskan untuk bangkit dan membahagian mereka.
Tadinya aku merasa
kalau cahaya hidupku telah hilang, ternyata semua itu salah, masih banyak
cahaya-cahaya lain yang akan membuat ku semangat untuk menjalani hidup ini, mereka
adalah orang-orang yang aku sayangi. Saat ini dan seterusnya, aku masih terus
berjuang untuk bisa membahagiakan mereka. Walaupun sekarang aku belum bisa
untuk mewujudkannya, tapi aku yakin suatu saat nanti impian tersebut pasti akan tercapai.
Belajar dari kisa
seorang Christoper Paul Gardner, jika
anda pernah melihat film "The
Pursuit of Happiness”, film tersebut merupakan kisah nyata tokoh utamanya
Christopher Paul Gardner dalam mencari secuil kebahagiaan. Ia adalah salah satu orang yang sukses
setelah bangkit dari kegelapan. Dulu ia pernah kehilangan tempat tinggal,
ditinggal istri dan juga harus membayar kredit, semua kepedihan hidup sudah
pernah dirasakannya. Namun, apakah semua itu membuatnya putus asa dan menyerah
untuk menjalani hidup ini?, Tidak, berkat kegigihannya ia menemukan
cahaya hidupnya. Pada tahun 1987, Gardner mendirikan perusahaan pialang saham
yang ia beri nama Gardner Rich&Co, di Chicago. Dan kini, Christoper Paul
Gardner menjadi salah satu orang paling sukses di dunia setelah mengalami
kegelapan.
Jadi, kegelapan bukanlah awal dari kehancuran seseorang, melainkan sebuah
langkah awal untuk bisa menjadi sukses. Di setiap kegelapan pasti ada sebuah cahaya
yang akan membawa kita keluar dari kegelapan tersebut. Dengan kegigihan dan
keyakinan, kita semua bisa menjadi sukses. Sesungguhnya selalu ada cahaya bagi
orang yang bersungguh-sungguh.
“Man Jadda WaJada” yang
artinya “Barangsiapa yang bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkan hasil (where there
is a will there is a way)”.
Referensi:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar